Peringati Hari Bapak Pramuka Indonesia, Kwarcab GP Muba Gelar Upacara

Kwarcab Muba
April 15,2019
Leave a comment
120 Views
Kwarcab Muba, Musi Banyuasin

Suasana upacara hari Bapak Pramuka Indonesia di halaman Sekretariat Kwarcab Muba. Senin, (15/04/19). foto by : Darul Kutni

Persiapan sesaat sebelum pelaksanaan upacara memperingati Hari Bapak Pramuka Indonesia.

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Musi Banyuasin (Kwarcab GP Muba) melaksanakan upacara hari Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono Ke IX, tanggal 12 April 2019 di halaman Sekretariat Kwarcab Muba. Senin, (15/04/19).

Hadir dalam acara tersebut Ketua (Ka.) Kwarcab Muba Drs H Apriyadi M.Si diwakili oleh Wakil Ketua Kwarcab Muba H Qotrudin M.Si Pembina Dewasa (Binawasa) sekaligus bertindak sebagai Pembina Upacara, Sekretaris Kwarcab Muba Sumadi MS, SE M.Si, Pengurus Kwarcab GP Muba dan perwakilan beberapa Kwartir Ranting (Kwarran) dalam lingkup Kwarcab GP Muba serta anggota pramuka penegak pandega.

Dalam sambutannya Ka. Kwarcab Muba menyampaikan bahwa dengan memperingati hari Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX mari kita tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa Hari Bapak Pramuka Indonesia telah ditetapkan dan akan diperingati setiap tanggal 12 April, sejak lahirnya gerakan pramuka sebagai satu-satunya organisasi pendidikan kepramukaan Indonesia pada tahun 1961, Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX merupakan salah satu tokoh kunci yang ikut mendirikan dan membesarkan pendidikan kepramukaan ini, bahkan sejak pendidikan kepramukaan masih disebut Kepanduan”.

“Bahkan Presiden Republik Indonesia yang pertama,  Ir Sukarno menyebut beliau dengan sebutan Pandu Agung, itulah sebabnya Munas Pramuka di Dili menetapkan dengan suara bulat untuk menjadikan Sri Sultan Hamengku Buwonono Ke IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia”. Urai kak Kotrudin.

Beliau juga menyampaikan pesan Bapak Pramuka Indonesia disaat konferensi pandu sedunia tahun 1970 di Tokyo Jepang.

“Ikut serta pramuka dalam membangun bangsa adalah sejarah mutlak dalam kenyataan hidup pramuka sebagai organisasi dunia kita tetap pada prinsip-prinsip dasar moral kepramukaan tetapi kita harus memperbaharui acara-acara kegiatan kepramukaan yang sesuai dengan aspirasi generasi muda kita dan kebutuhan masyarakat kita”. Tegas kak Qotrudin.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *