Penggalang Tanpa Tongkat

Kwarcab Muba
Agustus 07,2019
Leave a comment
178 Views

Regu Penggalang lengkap dengan Tongkat Pandu (foto:jumpa penggalang)

Salah satu lomba dengan menggunakan tongkat pandu (sumber:elangtegar.blogspot.com)

Masih ingatkah kita bagaimana penggalang zaman dulu? Saya masih ingat diawal tahun 1996 ketika dilantik pertama kali menjadi seorang Penggalang, Berdiri tegap dengan celana pendek warna coklat dipinggang terdapat tali dan pisau pandu.  Salah satu prosesi yang merupakan sebuah kebanggaan bagi penggalang yaitu menerima tongkat Pandu.

Sudah lazim pada waktu itu, pemegang tongkat pandu yang diatasnya terdapat bendera kebanggaan regu adalah seorang Pinru atau pemimpin regu yang bertanggung jawab memimpin anggota regunya.Ya, tongkat pandu adalah sebuah kebanggaan bagi Pemimpin Regu.

Tongkat pandu bagi penggalang dulu mempunyai fungsi yang sangat penting,apalagi saat melaksanakan kegiatan di alam. Tongkat pandu dapat berfungsi sebagai alat pertahanan dari binatang liar, bisa juga digunakan untuk mendirikan bivak atau tenda darurat, membuat tiang bendera, menyeberangi parit atau selokan, bisa juga untuk tiang jemuran, mengukur waktu, menaksir ketinggian, membuat tandu dan beragam fungsi lainnya termasuk hiburan dan permainan.

Dan bagi seorang Pinru Penggalang, Tongkat pandu adalah sebuah kebanggan, dimana pada tongkat seorang Pinru terikat Bendera kebanggan regu dan terdapat totem yang menandakan bahwa pemegangnya adalah seorang pemimpin bagi anggotanya serta terukir nama-nama anggota regunya yang tidak dimiliki oleh tongkat anggotanya. pada tongkat pandu juga bisa digunakan untuk mengukir peristiwa-peristiwa penting yang dilalui regunya.

Namun kini keberadaan tongkat pandu sepertinya sudah tidak dianggap begitu penting, sebagian penggalang lebih banyak memegang ponsel pintarnya dibanding tongkat pandunya, bahkan tidak jarang seorang penggalang justru tidak mengerti dan bahkan tidak mengetahui fungsi dari tongkat pandu, sehingga tongkat pandu hanya dijadikan aksesoris seadanya.

Sudah selayaknya jika kita sebagai pramuka kembali mengenalkan fungsi dari tongkat Pandu yang merupakan sebuah kebanggaan penggalang, selalu menggunakannya dalam event-event perkemahan dan tetap dijadikan perlengkapan prioritas seorang penggalang agar penggalang itu menemukan lagi kebanggaan memegang tongkat pandunya. Jika tidak kita mulai maka tidak menutup kemungkinan tongkat pandu akan berangsur-angsur dilupakan, dan kita akan selalu melihat penggalang tanpat tongkat.(zulfikar)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *